Sebuah goresan pena di kenangan dunia maya yang penuh dengan sinyal gelombang elektromagnetik.
Aku pernah bertanya pada rumput teki, entah sebab apa dia diam seribu bahasa. Aku pun bertanya pada penciptanya, aku kini yang diam seribu bahasa.
Nanda - penuh canda dan tawa pada dunia yang fana ini. Mahasiswi #Bahasa. Apa loh! :P

Beliebte Beiträge

Kamis, 02 Desember 2021

Kegiatan Hari Pertama dan Kedua di Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan

Pejuang Muda berkumpul di Dinas Sosial pada pukul 10.45 WIB, setelah itu 3 Pejuang Muda bertemu Kepala Dinas Sosial untuk berkenalan secara formal yang diwakilkan oleh 3 orang Pejuang Muda. Pada pukul 13.00 WIB Pejuang Muda berkumpul di Ruang Aula berkenalan dengan salah satu Ketua PHK di wilayah Tangerang Selatan. Pejuang Muda di bimbing oleh Bang Adam sebagai Koordinator Kabupaten, beliau menjelaskan mengenai pengetahuan umum Kota Tangerang Selatan serta permasalahan terutama dalam sektor keluarga miskin serta kegiatan sosial yang sudah berjalan seperti bank sampah. Dilanjutkan berdiskusi Pejuang muda dengan Koordinator Kabupaten dan PHK pengembangan terkait beberapa rencana yang akan dijalankan Pejuang Muda yaitu pembuatan sabun cuci tangan dari minyak jelantah.

Kegiatan Hari Kedua,

Diskusi dimulai pukul 11.00 WIB hingga pukul 11.25 WIB, dengan agenda:  Pembuatan timeline dan pembentukan kelompok Pejuang Muda, dipimpin oleh Ayu Setiyaningsih. Pembagian Kelompok menjadi 2 sesuai dengan domisili Kelompok 1 Serpong Utara, Serpong, dan Setu (setengah daerah dari kecamatan pamulang). Kelompok 2 Podok Aren, Ciputat timur,dan Ciputat setengah daerah dari kecamatan pamulang). Setelah Pembagian Kelompok tugas selanjutnya yaitu membuat Program yang diambil masing-masing kelompok agar tidak ada bentrok satu sama lain. Timeline Rabu, 27 Oktober 2021 yaitu presentasi dan sharing program yang diambil. Timeline Kamis, 28 Oktober yaitu diskusi dengan Korkab Tangsel mengenai program masing-masing kelompok. Berhubung dengan belum turunnya SK Tupoksi secara resmi terkait peserta Pejuang Muda maka meminta peta demografis ke kelurahan dapat menggunakan surat penugasan pejuang muda sebagai surat pengantar.



Kegiatan hari ketiga, diskusi Pejuang Muda dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting. Diskusi dimulai pukul 19.30 WIB hingga pukul 20.10 WIB, dengan agenda: Pemilihan koordinator kelompok dan diskusi harian, dipimpin oleh Ayu Setiyaningsih. Setelah berdiskusi dan disepakati bersama ditentukan bahwa: Ayu Setiyaningsih sebagai Koordinator Kota Tangerang Selatan dengan Dinsos Tangsel. Dhias Renaldy Hendrawan sebagai Koordinator Kota Tangerang Selatan dengan mentor. Serta Pemilihan Koordinator Kelompok melalui voting serta disepakati bersama maka dengan ini hasilnya:

Koordinator Kelompok 1 Muammar Gading Fauzi

Koordinator Kelompok 2 Muhammad Resa Madani

Dan dilanjutkan dengan pemilihan pembuatan ID-Card dengann PJ Design Muammar Gading Fauzi. Ketentuan Foto: kualitas HD, ukuran foto bebas, background polosan, dan pakaian rapih formal (almet atau kemeja). Terkait arahan Kementerian Sosial mengenai mulainya input DTKS dengan aplikasi SAGIS, Pejuang Muda sepakat untuk bertemu dengan Koordinator Kota Tangerang Selatan mengenai tugas lapangan input DTKS.

0

Rabu, 01 Desember 2021

Esai Pejuang Muda: Badai pasti berlalu, lantas masih adakah yang tersisa?

Tulisan ini kubuat sebagai persyaratan program Pejuang Muda Kemensos 2021. Alhamdulillah lolos dan kini menjadi bagian dari Pejuang Muda Tangerang Selatan.

Semenjak pemerintah mengumumkan kejadian luar biasa wabah pandemi COVID-19 pada tanggal 14 Maret 2020, masyarakat Indonesia pada umumnya berada dalam situasi simalakama, memaksa mereka menimbang antara dua pilihan utama yakni ekonomi dan kesehatan, dimana keduanya adalah hal yang krusial dan menjadi objek penting sebagai hal dasar berkehidupan. Ini menjadi pikiran sehari-hari penduduk desa pada khususnya, yang gajinya masih terdefinisi sebagai “esok makan apa?“. Hal ini menjadi wajar dan lumrah dikarenakan pekerjaan yang tidak menentu seperti tenaga lepas atau buruh harian lepas (employment uncertainty). Data dari BPS menyatakan bahwa hingga Maret 2021, menegaskan bahwa ada sekitar 27,54 juga penduduk miskin di Indonesia atau hampir 10% penduduk Indonesia. Angka ini naik dari tahun sebelumnya sebesar 1,12 juta orang..

Dekade ini, gaung dari social entrepreneurship (SE) menggema di kalangan generasi milenial. Sebuah opsi yang menempatkan profit dan benefit pada porsi yang seimbang. Secara harafiah, SE didefinisikan sebagai aktivitas kewirausahaan yang dilakukan tidak hanya untuk mengejar profit atau keuntungan tetapi juga mampu memberikan jalan keluar atas permasalahan sosial dengan mengedepankan azas benefit atau kebermanfaatan pada jangka tertentu yang bertumpu pada empat pilar yakni sosialitas, inovasi, market orientation dan hibriditas, dimana hibriditas menekankan kepada diversifikasi dan intensifikasi usaha-usaha dan pelaku usahanya. Pada tatanan ini, kemampuan untuk melihat dan mencerna masalah sosial dan menemukan solusi adalah sebuah upaya bersama untuk menyejahterakan orang-perorang. Sebagai hasilnya, kemakmuran dan kualitas hidup dapat diubah hingga mampu mempengaruhi tatanan struktur sosial pada bidang pendidikan, kesejahteraan dan perekonomian.

Hadiah nobel pada tahun 2006 yang dicetuskan oleh Muhammad Yunus dan Grameen Bank dari Bangladesh menegaskan bahwa profit dan benefit mampu bersanding dengan baik. Grameen Bank dengan konsep pemberian pinjaman skala kecilnya, mampu memberikan andil besar pada para pengusaha miskin yang tidak memiliki kemampuan meminjam dari bank umum untuk melanjutkan bisnisnya. Sumbangsih ini mampu mendobrak perekonomian Bangladesh, karena kegiatan ini justru tertuju pada sesuatu “menyapu di tempat kotor“, menemukan solusi langsung kepada pusaran kemiskinan sehingga pengaruhnya sangat besar. Dalam satu wawancara, beliau mengatakan hal yang sangat emosional yaitu: Apa hebatnya teori ekonomi yang saya ajarkan di bangku kuliah, sedang di seberang kampus tempat saya mengajar seseorang sedang bergelut dengan kepiluan perut kosong yang genderangnya begitu nyaring!.

Dalam kaitannya dengan dua paragraf pertama diatas dengan contoh pada paragraf ketiga yang diakui dunia, secara khusus, pertanyaannya adalah dapatkah generasi milenial mampu bersama-sama dengan pemerintah ikut bersumbangsih dalam menyejahterakan rakyat? Untuk menjawab soalan tersebut, mari kita sedikit urai apa saja yang telah senior-senior kita lakukan dalam bidang kewirausahaan sosial ini. Sebut saja Asuransi Kesehatan Sampah yang dipelopori oleh Dokter Gamal Albinsaid kemudian Kripik Maicih oleh Reza Nurhilman, kerja-kerja sosial seperti ini mampu menghidupkan ekonomi keluarga kecil dimana profit dan benefit saling bersalaman. Dukungan pemerintah dan SDA yang ada, sudah selayaknya mampu menjadi ramuan yang dapat tersaji dengan baik apabila inovasi dan kreativitas diberikan ruang seluas-luasnya. Pemanfaatan bisnis emping melinjo, singkong pedas, asuransi kerja, jasa-jasa dan lain sebagainya adalah salah satu usaha diversifikasi dalam penyejahteraan masyarakat, khususnya kategori miskin.

Satu lidi tak mampu membersihkan kotoran di lantai, namun kumpulan lidi mampu menghilangkan semua debu tebal pekat yang ada. Dengan semangat kerjasama, generasi milenial mampu menjelma menjadi garudapreneruship yang mampu bersama-sama pemerintah, instansi, organisasi atau perusahan terkait dan masyarakat mewujudkan masyarakat Indonesia yang madani yang sejahtera. Tentunya, payung hukum, penegakan hukum dan kedisiplinan dari semua pihak perlu diperkuat agar semua hal yang diharapkan tercapai.

Semoga, prinsip Markovnikov pada pelajaran kimia organik, dimana “yang kaya semakin kaya“ tidak terjadi pada tataran kehidupan kita apalagi pasca hantaman keras pandemi Covid-19 ini.

 

Sumber bacaan

 

1.        Djalante, R., et al., Review and analysis of current responses to COVID-19 in Indonesia: Period of January to March 2020. Progress in Disaster Science, 2020. 6: p. 100091.

2.        Roziqin, A., S.Y.F. Mas’udi, and I.T. Sihidi, An analysis of Indonesian government policies against COVID-19. Public Administration and Policy, 2021. 24(1): p. 92-107.

3.        DeGhetto, K., Z.A. Russell, and G.R. Ferris, Organizational Change, Uncertainty, and Employee Stress: Sensemaking Interpretations of Work Environments and the Experience of Politics and Stress, in Power, Politics, and Political Skill in Job Stress. 2017, Emerald Publishing Limited. p. 105-135.

4.        Ruffolo, M., et al., Employment Uncertainty and Mental Health During the COVID-19 Pandemic Initial Social Distancing Implementation: a Cross-national Study. Global Social Welfare, 2021. 8(2): p. 141-150.

5.        Suryahadi, A., R. Al Izzati, and D. Suryadarma, Estimating the Impact of Covid-19 on Poverty in Indonesia. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 2020. 56(2): p. 175-192.

6.        Sudartianto, et al., A Fixed Effect Panel Spatial Error Model in Identifying Factors of Poverty in West Java Province. Journal of Physics: Conference Series, 2021. 1776(1): p. 012062.

7.        Tarigan, M., Rujiman, and A. Tanjung, Analysis on the Influence of Investment, Labor and Economic Growth on Poverty in Indonesia. 2021.

8.        Dionisio, M., A New Model of Market Hybridization in the social innovation process. 2020. 1: p. 36-42.

9.        McIntyre, M.E., Microcredit tackles both poverty and birthrate. Nature, 2002. 418(6898): p. 583-583.

10.      Muntafi, A.Z., FINANCIAL INCLUSION SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI SISTEM GRAMEEN BANK. 2019, 2019: p. 13.

11.      Dimyati, PENGENTASAN KEMISKINAN MODEL MUHAMMAD YUNUS. Irtifaq : Jurnal Ilmu-Ilmu Syari'ah, 1970. 1(2).

12.      Sriyanto, S. and W. Wiwin, MODEL LEMBAGA KEUANGAN MIKRO POLA GRAMEEN BANK UNTUK PENGUATAN KLASTER (di Kab. Brebes dan Kota Surakarta). Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 2013. 11(1).

13.      Kickul, J., et al., Social Business Education: An Interview With Nobel Laureate Muhammad Yunus. Academy of Management Learning & Education, 2012. 11(3): p. 453-462.

14.      Yunus, M., Microcredit, Information Technology, and Poverty: the Experience of Grameen Bank. The Brown Journal of World Affairs, 2002. 8(2): p. 233-240.

15.      Apriyanti, E., Analysis on the implementation of a health improvement project (Garbage Clinical Insurance) in Indonesia: a literature review. Enferm Clin, 2018. 28 Suppl 1: p. 250-255.

16.      Indriartiningtias, R., Subagyo, and B. Hartono, Creativity of small firms in creative industry: Initial evidence from Indonesia. International Journal of Engineering Business Management, 2019. 11: p. 1847979019849135.

 



0

Senin, 01 November 2021

Rapat Harian Pejuang Muda Tangsel 2021

Hari ini, Nanda dan teman-teman yang tergabung dalam pejuang muda tangsel mengadakan rapat, baik rapat secara daring maupun datang dan berkorespondensi dengan dinsos tangsel. Semoga hasil yang dicapai bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Mari #BerjuangBersama







0

Sabtu, 28 Agustus 2021

Survey Penelitian Pengaruh Pandemi COVID-19 dan Status Work From Home terhadap Minat Mempelajari Bahasa Asing

Assalamu'alaykum Wr.Wb.

Guten Morgen, Tag, oder Abend. 

Dengan ini, kami selaku surveyor bernama Tria Ananda [https://orcid.org/0000-0002-1158-2339], mahasiswi Program Studi Bahasa Jerman di Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) YAPARI ABA Bandung (https://stbayapariaba.ac.id/) dan W. Kurniawan, mahasiswa Program Studi Bahasa Spanyol di BCN Metropol Language School (https://www.bcnmetropol.com/school/) sedang melakukan penelitian melalui angket yang disebar secara daring. Adapun pertanyaan-pertanyaan didalamnya adalah seputar pengaruh pandemi COVID-19 dan status work from home terhadap minat mempelajari bahasa asing. Angket ini ditujukan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berusia 15-45 tahun di seluruh Indonesia (atau dunia).


Semua respon dari angket ini akan disimpan dan dijaga kerahasiaannya karena hanya digunakan untuk kepentingan penelitian. Dengan demikian, kami selaku surveyor mengharapkan partisipasi Anda untuk mengisi angket ini dengan sebenar-benarnya. Tersedia 3 paket pulsa @25.000 bagi yang beruntung dan akan dihubungi lebih lanjut melalui surel terlampir.

 

Jika ada pertanyaan lebih jauh, bisa menghubungi surveyor melalui:

- Twitter: [at]3anandatria atau [at]anandalab

- Surel: 3anandatria[at]stba[dot]ac[dot]id

 

PENTING: Untuk menghindari penipuan dalam bentuk apapun, surveyor hanya akan menghubungi para pemenang melalui surel: 3anandatria[at]stba[dot]ac[dot]id

Informasi ini juga dapat ditemukan melalui laman: 3anandatria[dot]blogspot[dot]com

 

Atas partisipasinya diucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaykum Wr.Wb.

 

*****************************************************

Laman: 3anandatria[dot]blogspot[dot]com

Twitter: [at]3anandatria atau [at]anandalab

Surel: 3anandatria[at]stba[dot]ac[dot]id 

0

Kamis, 12 Agustus 2021

Semester lima! ~ Bahasa Jerman STBA YAPARI ABA Bandung

Wadidaw, setengah perjalanan telah terlalui, setelah merasakan 2.5 semester luring dan sisanya daring karena pandemi covid-19, akan beranjak di semester 5 di prodi ini. Pada semester ini, akan terakhir untuk matkul2 dasar seperti Hören, Sprechen, Schreiben, Lesen, Gramatik dan Wortschatz.

Ingin sekali ada disemester lima ini sifatnya luring, karena kangen dengan teman dan dosen tetapi sepertinya tsunami covid-19 masih sangat tinggi dan sulit sepertinya untuk mengadakan kelas tatap muka di kelas langsung.



Bicara tentang matkul pada semester 5 keatas, kini matkul2 linguistik bertebaran dan tentunya ada metopen dan ilmu pariwisata.

Semoga semuanya lancar.

0

Senin, 09 Agustus 2021

Kursus Bahasa Jerman di Pamulang dan sekitarnya

Hallo allerseits, ich hoffe es geht euch allen gut!

Halo semua. Perkenalkan saya Fräulein Nanda, mahasiswi Program Studi Bahasa dan Sastra Jerman. Λ N Λ N D Λ L Λ B membuka kelas bagi siapa yang ingin mempelajari Bahasa Jerman untuk wilayah Pamulang (Timur, Barat, Permai, Indah, 2) Pondok Benda, Ciputat, Serua, Pondok Petir, Depok dan sekitarnya. Saya lebih mengedepankan pilihan tatap muka langsung karena kelengketan, kedekatan, mimik dan tentunya setiap murid adalah unik dan spesial, dengan demikian harus diperlakukan spesial juga. Namun demikian, dapat dipahami bahwa saat pandemi ini sebagian aktivitas dilakukan secara virtual sehingga saya pun membuka pengajaran secara virtual.

Biaya les sangat terjangkau, para murid bisa datang ke rumah dan akan diterima dengan senang hati, Λ N Λ N D Λ L Λ B juga membuka kelas daring via Zoom.

Kita akan mempelajarinya dari dasar termasuk didalamnya mengenai sejarah negara dan budaya Jerman, Austria, Swiss dan lainnya.

 

DAFTAR Kuy!

💌: DM atau anandalab@web.de

️: +62 856 9487 4361

 

Kursus hari pertama GRATIS!

Wir sehen uns bald




0

Senin, 19 Juli 2021

Samstag Fahrradtour

Zahra : hi Nanda, bist du schon wieder sportlich?

Nanda : hallo zahra, ja klar. Und du? Machst du jetzt schon mal bei der fitness gemacht?

Zahra : nein, letzte woche muss ich zu viel arbeiten, da war wirklich keine zeit.

Nanda : ja, wie lange erzahlts du mir jetzt schon das du unbedingt mehr sport machen willst.

Zahra : ja

Nanda : darf ich etwas vorschlagen?  Wir konnen am Samstag Fahrradtour oder wandern gemacht.

Zahra : am samstag kann ich leider nicht, weil ich arbeiten muss.

Nanda : wie wäre am Sonntag?

Zahra : ja aber wollen wir nicht lieber fahrradtour machen? Ds mach total viel spaß.

Nanda : super, das ist eine gute Idee

Zahra : bis Sonntag.

Nanda : alles klar.







 

0

Fatahillah Museum

Hi Anja,

vor einer Woche ging ich ins Fatahillah Museum. Anna interessiert sich für den Kerker im Museum. 


Wenn ich ins Museum gehe, sehe ich normalerweise nur Bilder und Relikte. Anna lud mich ein, den Kerker zu betreten. Der Kerker war so klein, dass ich mich ducken musste, selbst wenn ich eintreten wollte, weil der Abstand zwischen Dach und Wänden nur einen Meter hoch war. Ich habe die Mystik des Verlieses erlebt und viele neue Dinge gelernt. Ich kann dir nur empfehlen, dass dieses Fatahillah Museum zu besucht!

Viele Grüße

Nanda

0

Hallo lisa

 Hallo lisa,

du kommst doch naecste Woche, oder? Das ist toll, denn da feiern wir Eidfest. bei diesem Fest wir ziehen schoene Kleidung an, wir gehen in die Moschee. und danach gehen wir durch das Dorf, um uns zu entschuldigen. die ganze Familie kommt zusammen. es dauert immer zwei Tage.

auch das Essen ist wichtig: Normalenweise gibt es Ketupat, Opor, rendang, semur, kuchen und so weiter. Etwas Besonderes ist auch noch, dass die kinder geschenke, meistens Geld bekommen.

aber du siehst ja naechste Woche alles selbst. ich freue mich, dass du dabei sein kannst! Wann kommst du an?



0

Smartes wohnen


Es klingelt an der Tür von Famine Sin ger, in einem Neubau in Berlin Tegel. Die Bewohner des Hauses sehen in jedem Raum auf einem Monitor, wer vor der Tür steht. Wenn der Besucher hereinkommen soll, öffnen sie die Haustür durch Berühren des Bild- schirms. Wenn niemand zu Hause ist, bittet eine Computerstimme den Besucher um eine Videonachricht. Herr und Frau Singer bekommen die Nachricht des Besuchers direkt auf ihr Smartphone. Apropos Smartphone: Dammit können die Singers im Supermarkt den Inhalt des Kühlschranks kontrollieren. Sie sehen, was da ist und was sie noch kaufen müssen.

Im Flur des Hauses fällt ein großer Bildschirm auf. ,,Alle haben ja einen anderen Tagesablauf, und hier findet der Austausch der Informationen statt”, erklärt Frau Singer. ,,Das ist die Zentrale der Familie”, lacht sie. Wenn der Adressat der Nachricht die Tür öffnet, sieht er sofort die Nachrichten der Mitbewohner – und zwar nur die Nachrichten für ihn.

Wir wechseln nach Bremen. Frau Schröder wohnt in einem Altbau in der Nähe des Marktes. Im Flur der Wohnung ist alles ganz normal, aber dann zeigt uns Frau Schröder ihr Wohnzimmer. Drei große Bilder an den Wänden fallen sofort auf. Wenn man genau hinsieht, bemerkt man, dass die Bilder Bildschirme sind. Frau Schröder klickt ein paar Mal und wir sitzen in einem ganz anderen Raum, obwohl wir uns nicht bewegt haben. ,,Ich finde es toll, dass ich die Atmosphäre der Wohnung ändern kann. Die Farbe des Lichts, die Musik und die Bilder kann ich an meine Stimung anpassen.” Frau Schröder möchte sic him Moment wohl enspannen, sie hat ruhige Music, weiches Licht and romatische Bilder gewählt. ,,Das habe ich vor ein paar Tagen ausgesucht und gespeichert”, sagt sie.

0

Kursus Bahasa Jerman