Yeay,,, hari ini aku juga meluncurkan logo untuk tempat kursusku namanya Ananda Lab dengan twitter juga @anandalab.
So aufgeregt dafür
Sebuah goresan pena di kenangan dunia maya yang penuh dengan sinyal gelombang elektromagnetik.Aku pernah bertanya pada rumput teki, entah sebab apa dia diam seribu bahasa. Aku pun bertanya pada penciptanya, aku kini yang diam seribu bahasa.Nanda - penuh canda dan tawa pada dunia yang fana ini. Mahasiswi #Bahasa. Apa loh! :P
Yeay,,, hari ini aku juga meluncurkan logo untuk tempat kursusku namanya Ananda Lab dengan twitter juga @anandalab.
So aufgeregt dafür
Hallo allerseits, ich hoffe es geht euch allen gut!
Saya membuka kelas bagi siapa saja yang ingin mempelajari Bahasa Jerman untuk wilayah Pamulang (Timur, Barat, Permai, Pondok Benda, Ciputat, Serua) dan sekitarnya. Saya lebih mengedepankan pilihan tatap muka langsung karena kelengketan, kedekatan, mimik dan tentunya setiap murid adalah unik dan spesial, dengan demikian harus diperlakukan spesial juga.
Biaya kursus sangat terjangkau, cukup hanya dengan membayar 50K/jam, para murid bisa datang ke rumah saya dan akan diterima dengan senang hati.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi saya melalui:
Email : 3anandatria@web.de
Twitter : @3anandatria oder @anandalab
Wir sehen uns bald
Transformasi sosial atau
perubahan sosial dapat terjadi baik secara evolusi dan secara revolusi.
Revolusi dapat didefinisikan sebagai perubahan atau perkembangan, misalnya
perubahan dari sederhana kepada yang kompleks. Perubahan yang terjadi bersifat
perlahan-lahan, sedikit demi sedikit. Lain halnya dengan revolusi, evolusi
merupakan antonim dari kata revolusi yang berarti perubahan secara kilat atau
cepat. Waktu merupakan perihal yang sangat berarti dalam perihal perubahan.
Salah satunya perubahan yang terdapat dalam perubahan sosial yang cepat di
masyarakat. Tema ini berkaitan dengan pembahasan Manusia dan Peradaban dalam
mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD) Pemilihan tema ini, karena penulis
tertarik dengan isu peradaban yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sebagai
manusia. Walaupun berbeda, ciri-ciri perubahan sosial biasanya terdiri dari hal
yang sama yaitu permasalahan. Permasalahan yang sering terjadi di masyarakat
mendorongnya untuk melakukan hal yang baru hingga terjadi sebuah perubahan
sosial. Seorang ahli bernama Koenig, S mengatakan bahwa perubahan sosial
mengacu pada modifikasi yang terjadi dalam pola hidup suatu bangsa (Ani
Mardatila, 2020)[1]. Pada artikel ini yang akan penulis bahas
adalah mengenai kehidupan manusia yang sangat dipengaruhi oleh peradaban
manusia berupa perubahan sosial secara evolusi dan revolusi. Semakin kesini,
peradaban manusia tentu semakin baju.
Perubahan sosial lambat atau evolusi di masyarakat
merupakan jenis perubahan yang membutuhkan waktu lama untuk terjadi. Terdapat
sebagian contoh dari perubahan evolusi ini misalnya perubahan Indonesia dari
negara terjajah menjadi negara merdeka, perubahan ini ternyata wajib lewat
proses lama serta panjang yang berawal dari kelompok-kelompok kecil yang
disatukan oleh persamaan keadaan serta cita-cita menjadi bangsa yang merdeka.
Kemudian ada peralihan penggunaan minyak tanah menjadi gas, salah satu lambatnya
peralihan ini karena faktor ketakutan masyarakat jika menggunakan gas.
Masyarakat yang belum terbiasa menggunakan gas masih takut menggunakannya
mereka berpikir gas itu lebih mudah meledak dibandingkan dengan minyak tanah.
Contoh berikutnya yaitu perkembangan pola pikir masyarakat pedalaman untuk
dapat berkembang ke pola pikir yang modern, itu membutuhkan lebih banyak waktu
yang lebih agar bisa di terma oleh masyarakat pedalaman.
Selanjutnya ada perubahan cepat, berbeda dengan perubahan
sosial secara lambat. Perubahan sosial secara revolusi di masyarakat merupakan
tipe perubahan secara cepat, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk terwujud
apalagi terkadang semacam datang secara tiba-tiba seketika. Misalnya saja
pembangunan jalur layang dan tol. Perubahan
sosial selanjutnya yaitu cara berpakaian, seperti yang kita ketahui saat ini
tren fashion pakaian terus
berkembang dari tahun ke tahun. Perubahan sosial yang dapat kita lihat
selanjutnya adalah cara kita berkomunikasi, orang-orang zaman dulu berkomunikasi
lewat surat kabar yang dikirim melalui pos. Di era modern sekarang ini kita
tidak perlu lagi untuk menunggu lama-lama karena saat ini kita bisa melakukan
komunikasi dengan menggunakan, smartphone, E-mail ataupun
internet. Gaya hidup atau lifestyle saat ini telah mengalami perubahan
seiring dengan perkembangan zaman. Perubahan sosial ini lumayan bermacam-macam
sebab terdapatnya banyak bidang, mulai dari fashion, makanan sampai
wisata. Sejak pandemi ini misalnya banyak sekali tempat-tempat wisata dan
restoran atau kafe baru yang dibangun.
Peran wanita di Indonesia juga mengalami perubahan sosial
atau yang disebut dengan emansipasi
wanita, jika dulu wanita hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, di era modern
ini banyak wanita yang turut serta bekerja dan berkontribusi di berbagai macam
bidang dan lebih disetarakan dengan
laki-laki. Banyak perempuan-perempuan yang lebih menyukai menjadi wanita karir
dari pada sepenuhnya menjadi seorang ibu rumah tangga. Perubahan sosial secara
cepat juga bisa dilihat dari permainan, dulu anak-anak sering memainkan aneka
permainan tradisional seperti: egrang, bola bekel, petak umpet dan masih banyak
lagi. Saat ini anak-anak
lebih gemar dengan permainan modern seperti game online. Sektor
transportasi juga termasuk perubahan sosial, zaman dulu orang berpergian dengan
menaiki hewan, namun kini ada banyak kendaraan yang dapat digunakan seperti
mobil, becak, sepeda, dan lainnya. Selain itu di era serba digital ini ada inovasi transportasi online
seperti gojek dan grab. Pengaruh globalisasi menjadi penyebab perubahan sosial
menjadi lebih kebarat-baratan atau dikenal dengan istilah westernisasi, dapat
kita lihat dari banyaknya sektor mulai dari musik, film, lifesyle dan fashion.
Anak zaman sekarang pun banyak yang mengidolakan artis-artis Korea.
Hal-hal diatas merupakan perubahan-perubahan sosial yang
terjadi pada zaman dahulu dan sekarang di masa modern ini. Perubahan ini
disebabkan oleh sikap manusia yang tidak memiliki rasa puas terhadap dirinya,
lingkungannya, dan kebutuhan-kebutuhannya. Di sisi lain sikap dan prilaku yang
bijak atau baik dalam memahami, menyikapi, dan melakukan proses perubahan
tersebut penting dilakukan, kita sebagai masyarakat modern harus pintar-pintar
menyikapi perubahan sosial ini.
Daftar Referensi:
Tidak terasa, hampir
setengah perjalanan kuliahku di STBA YAPARI ABA, dan kini akan memasuki babak
baru. Selamat datang di semester IV.
Pandemi virus COVID-19 telah mengubah
tatanan hidup dunia, tak terkecuali pada sistem pengajaran. Aku masih cukup
beruntung meski, meski dalam keadaan apapun, tatap muka langsung adalah yang
terbaik. Aku masih bisa bersyukur karena ketiadaan praktikum lab basah seperti
halnya teman-teman di jurusan sains, kesehatan dan sebagainya. Lab komputer dan
Lab Hören seharusnya ada namun, masih bisa diakali. Tidak kebayang jika
teman-teman yang kusebutkan diatas hanya bisa mendengarkan informasi dari
tutor/dosen dll. Misalnya tata laksana uji sampel dengan titrasi atau GCMS dll,
wah,,, hanya bisa menatap layar dengan tatapan kosong a.k.a melongo. hehe,,,
just kidding.
Semangat
kawan-kawan, apapun jurusanmu.
Karena hidup adalah berjuang.
Dunia
sedang sakit yang serius. Pandemi COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 50 juta
penduduk dunia, demikian menurut laman worldometer.com. Hal ini sangat
berdampak kepada mental, psikis, material serta lingkungan selain itu hal ini
juga erat kaitannya dengan perubahan budaya, ekonomi, sosial, ruang gerak dan
lain sebagainya. Sebagai contoh adalah budaya memakai masker.
Dahulu
masker hanya digunakan untuk orang yang bekerja di laboratorium, orang yang
bekerja di pertambangan sulfur, batubara atau sekadar melewati jalan raya yang
berasap dan berdebu namun kini sejalan dengan adanya pandemi COVID-19 ini
budaya tersebut bergeser menjadi sebuah keharusan setiap individu setiap keluar
rumah.
Awalnya
peraturan pemerintah mengharuskan bagi siapa saja yang sakit diwajibkan untuk
memakai masker, namun kini semua orang wajib ketika keluar rumah memakai
masker, di sekolah, di kantor, di jalan dan sebagainya. Penggunaan masker
menjadi budaya baru bagi masyarakat dunia selama vaksin belum ditemukan. Hal
ini demi menjaga imunitas tubuh agar selalu sehat terhindar dari droplet orang
lain.
Sudah
menjadi hal yang manusiawi bahwa kreativitas dan inovasi menjadi sesuatu yang
dinamis yang dimiliki manusia, hal ini tak ada ubahnya dengan pemakaian masker
itu sendiri. Penggunaan masker yang tepat justru dapat menyelamatkan diri
sendiri dan orang lain, pemakaian masker yang salah, selain menyalahi aturan
penggunaan masker juga dinilai tidak terlihat ada estetikanya.
Masker
terbagi atas beberapa jenis tergantung ditinjau dari bahan, pori dan
penggunaannya. Masker bedah adalah yang sehari-hari kita gunakan,
direkomendasikan oleh para ahli kesehatan dunia sehingga ketika bekerja,
belajar atau berinteraksi dengan orang lain diharuskan memakai masker, hal ini
demi menjaga tubuh. Makan makanan yang sehat, olahraga, serta mentalitas yang
prima turut menunjang kebugaran tubuh dalam melawan dan menghidari covid-19
ini.
Menyoroti
penggunaan masker di kalangan anak muda, terjadi kejenuhan selama memakainya,
kreativitas pun datang dengan sendirinya. Mulai dari yang memakainya dikepala,
yang hanya menutupi dagu, dikaitkan di salah satu telinga dan sebagainya. Hal
ini sebagai bentuk ekspresi, inovasi yang barangkali terlahir dari rasa
kejenuhan menghadapi pandemi ini. Tentunya ini sangat tidak dianjurkan oleh
para pakar kesehatan, karena penggunaan masker yang tepat dan benar adalah
satu-satunya protokol kesehatan yang paling mudah dijalani demi keselamatan
bersama.
Sebagai penutup, budaya penggunaan masker kini telah bergeser dari awalnya sebagai pelengkap kerja, kini menjadi kebutuhan primer setiap individu dunia. Masker yang kita gunakan tidak hanya melindungi diri sendiri namun juga orang lain. Penggunaan masker yang tepat dan benar sangat dibutuhkan oleh semua orang agar tertib menjalankan protokol kesehatan hingga datangnya vaksin yang dapat melindungi kita semua dari virus ini, meski entah sampai kapan.
Mein Traumberuf ist ein Reiseleiter sein. Jetzt habe ich studiere Deutsch an der STBA. Ich möchte mit meinem Onkel eine Reiseleiterfirma gründen. Ich kann einheimische oder ausländische Touristen führen. Ich kann Anleitungen, Informationen und Anweisungen zu touristischen Objekten geben. Und auch bei allem helfen, was Touristen brauchen. Die Aufgabe des Reiseleiters besteht darin, dass der Kunde die im Programm oder auf der Reiseroute angegebenen touristischen Objekte besucht. Die Tour kann nur 1-3 Stunden dauern, normalerweise ist eine Stadtrundfahrt in einer Stadt oder Intra-City-Tour, es kann auch eine Inter-City-Tour sein, ein Besuch von einer Stadt in eine andere. Darüber hinaus gibt es Wochen Zeit, die als Überlandtour bezeichnet werden. Diese Tour kann mehrere Provinzen und sogar Inseln erkunden.
Melansir dari
situs resmi KOMINFO, Skalanews (2019 : Perkembangan e-commerce
Indonesia), Direktur Pemberdayaan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi
Informatika Kementerian KOMINFO[1], Septiana Tangkary
memberikan paparan bahwa perkembangan nilai perdagangan berbasis elektronik
atau e-commerce di Indonesia mencapai 78 persen, menjadi salah satu yang
tertinggi di dunia. Pertumbuhan pasar e-commerce
di Indonesia terus meningkat tiap tahunnya, terlebih pada tahun 2020 ini yang
disebabkan adanya pandemi Covid-19. E-commerce
pula jadi alternatif untuk warga Indonesia buat mencari serta membeli produk,
pada tahun ini nyaris segala pengguna
internet di Indonesia tepatnya 88% sudah membeli produk secara online,
Sirclo (2020 : Jumlah Pengguna E-Commerce Indonesia) [2].
Saat
ini fenomena bisnis online atau online shop bukan lagi sesuatu
yang asing untuk masyarakat Indonesia, meskipun bisnis konvensional masih tetap
berlangsung, tetapi lambat laun bisa terkejar oleh bisnis via online. Tidak bisa dipungkiri bahwa zaman terus berkembang dan
kehidupan semakin maju. Selain itu, kemudahan yang didapat dan juga banyaknya
aneka produk membuat masyarakat bisa mudah memilih produk dengan harga bersaing
hanya dari layar handphone. Semua lapisan dan usia banyak yang memilih
untuk berbelanja online. Hasil survei pada Desember 2011 menyatakan bila
ada 36% transaksi perdagangan yang terjadi di Indonesia dilakukan secara online
atau online shop, serta diperkirakan 80% dari transaksi online
tersebut didominasi oleh bisnis online berskala Mikro Kecil (UMK),
Robert Siregar (2018 : Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat)[3].
Di Indonesia, toko online mulai muncul
sekitar tahun 1999 an saat Andrew Darwis mendirikan forum bernama Kaskus yang
juga menjadi forum jual beli, Sirclo (2020 : Sejarah Perkembangan Marketplace
di Indonesia)[4].
Berbeda dengan toko konvensional yang tersedia hanya pada jam kerja saja, toko online
tersedia selama 24 jam sehari, yang membuat lebih banyak konsumen yang
mengakses lewat internet kapan pun dan dimana pun. Begitu tingginya minat warga
Indonesia untuk berbelanja lewat internet ini dipicu oleh kemajuan teknologi,
khususnya smartphone. Dari segi finansial belanja online kian
diminati karena menguntungkan pelakunya, serta saat ini pula ada banyak pilihan
platform e-commerce yang bisa dipilih tanpa perlu repot
mendatangi suatu pusat perbelanjaan. Berbagai tempat belanja lewat internet membuat orang semakin gemar
bertransaksi di dunia maya. Beragamnya
promo yang ditawarkan mulai dari diskon belanja, poin belanja yang bisa
ditukarkan dengan voucher belanja hingga cashback saat Harbolnas
(hari belanja online nasional). Salah satu kelebihan berbelanja secara online,
konsumen bisa langsung mendapatkan barang yang diinginkan cukup dengan hanya
mengetik nama barang atau mereknya saja, banyak sekali barang dan hampir semua
barang tersedia dan bisa dibeli secara online. Tersedianya deskripsi
barang dan kolom komentar juga menambah kepercayaan konsumen untuk membeli
lewat online. Biasanya konsumen akan melihat komentar-komentar terlebih
dahulu atau melihat penilaian terhadap barang tersebut sebelum membelinya,
melihat apakah barang tersebut bagus sesuai deskripsi dan gambar yang tersedia
atau tidak. Menurut Levy (2016 : Retailing Management)[5]
gaya hidup berbelanja merupakan gaya hidup yang mengacu pada bagaimana
seseorang hidup, bagaimana menghabiskan waktu, uang, kegiatan, serta pembelian
yang dilakukan.
Mustafa Iman (2020 : Milenial suka
belanja online)[6] dari 47 juta milenial pengguna
internet, ada sebanyak 17 persen atau sekitar 7,8 juta diantaranya gemar
belanja secara online. Dalam riset disebutkan bila generasi milenial
lebih mendominasi tren belanja secara online dibanding generasi lainnya.
Disebabkan pula generasi milenial selalu melekat dengan media digital,
ini diperantarai oleh smartphone yang kian canggih. Serta generasi milenial
menjadi tumpuan pertumbuhan aktivitas ekonomi, terlebih melalui transaksi via online,
Robertus Rony Setiawan (2019 : Generasi Milenial Rajin Belanja Online)[7].
Fenomena
belanja secara online ini dapat dikategorikan dalam kategori Budaya
Massa atau Budaya Populer, sebab dalam sebuah aplikasi belanja online
tersebut adanya kegiatan komunikasi antar calon pembeli dengan penjual yang
dilakukan secara online tersebut dengan ruang chat yang sudah tersedia,
M Faisal Ramadhan (2020 : Belanja Online
Sebagai Cerminan Budaya Populer)[8]. Masyarakat
menilai bahwa dengan berbelanja online harga barang jauh lebih murah
dibanding langsung ditempatnya. Fenomena
belanja online di Mayarakat Indonesia ini merupakan sesuatu fenomena
yang dapat jadi sesuatu keuntungan bagi masyarakat akan tetapi di sisi lain
bisa menjadi suatu kerugian pula untuk masyarakat. Akan menjadi sebuah
keuntungan bila masyarakat bisa memanfaatkan dan menjadikan suatu peluang dalam
bisnis online ini untuk membuka usaha tanpa modal yang cukup besar,
karena online yang dibutuhkan adalah handphone yang cukup canggih untuk
bisa mengakses segala hal, sedangkan jika secara offline modal usaha
cukup besar misalnya menyewa ruko atau tempat untuk berjualan. Hadirnya situs
belanja online juga mempermudah masyarakat dalam berbelanja atau ketika
ingin membeli sesuatu tanpa harus datang ketempatnya apalagi toko yang dituju
nya jauh. Namun ketika masyarakat hanya menjadi konsumen saja atau hanya
membeli saja dampak kepada masyarakat yaitu masyarakat menjadi komsumtif atau
menjadi orang yang memakai atau menghabiskan barang saja. Disisi lain belanja
secara berlebihan dapat meningkatkan plastik secara berlebihan, membuat
meningkatnya resiko pemanasan global. Menurut saya berbelanja online itu
sangat mempermudah kita dalam berbelanja, namun tetap harus bisa menggunakannya
dengan bijak membeli sesuai kebutuhan bukan sesuai keinginan, berbelanja
seperlunya dan cerdas dalam memilih barang yang akan dibeli. Serta bisa membuka peluang usaha para
masyarakat yang ingin menambah penghasilan atau membutuhkan pekerjaan yang
semakin susah ini.
Daftar Referensi
In der achten Klasse gab es viele Regeln. Ich musste um 6.15 Uhr in der Schule sein. Wenn ich spaet kamm, musste ich 10 Tausend Rupiah bezahlt, weil ich die Klasse aufraemen musste. Wenn ich fluchtete musste ich ein umgekehrten Daumen druckten und musste auf dem Wandmagazin hingen. Ich musste einen roten Stift und ein Lineal mitbringen, um Arabisch zu schreiben, damit es ordentlich gesagt wird.
Kimmy Jayanti ist ein indonesisches Model, das
zuvor in Medan gelebt hat. Als er 2007 16 Jahre alt wurde, beschloss sie, nach
Jakarta zu ziehen.
Diese junge, schwarze und große Frau betritt jetzt nicht nur die Laufstegbühne. Im Jahr 2010 versuchte sie sich in der Schauspielerei. Ich weiß, was du auf Facebook getan hast, ist sein erster Film auf der großen Leinwand des Landes. 2010 wurde sie zur Ikone des indonesischen Modefernsehens gewählt. Derzeit ist sie noch als Model aktiv und genießt derzeit ihr geschäftiges Leben als Mutter ihrer kleinen Tochter und erwartet ihr zweites Kind.
Liebe Kolleginnen und Kollegen, ich möchte euch ein Projekt vorstellen.
Ich habe das Projekt "Deutschkurs" gewählt, weil es mir gut gefällt und weil ich aktiv mitmacht. Nun, was ist das genau, das Projekt ,,Deutschkurs“. Ich möchte im Folgenden über ein Punkte sprechen. "Wie kann man Deutschkurse fördern?" Ich gebe Ihnen ein Beispiel: Derzeit besteht weniger Interesse am Hauptfach Deutsch. Einige von ihnen bevorzugen vielleicht öffentliche universitäten oder vielleicht weil sie diese stba nicht kennen. Jetzt ist es an der Zeit, der öffenlichkeit mitzuteilen, dass diese STBA ein Deutsch-Sprachprogramm hat, das nicht weniger gut ist als andere Universitäten und laden Sie sie ein, am Deutschprogramm teilzunehmen.
Der Punkt :
Derzeit sind soziale Medien eines der Kommunikationsmedien, die von der Community häufig verwendet werden. Eine Person kann leicht Informationen übermitteln und empfangen. Wir können es auf den Plattformen teilen, die die Leute häufig besuchen. Zum beispiel : Youtube, Instagram, Twitter, Tiktok und Facebook. Wir können eine Broschüre erstellen und sie dann in den sozialen Medien hochladen. Vergessen Sie nicht, viele Hashtags anzuwenden, oder vielleicht Inhalte über die Einführung von Studienprogrammen, Fragen und Antworten mit herausragenden Alumni erstellen. Erstellen Sie interessante Aktivitätsvideos zum Deutschlernen, Videos zu den Vorteilen oder Vorteilen des Deutschlernens und Beschäftigungsmöglichkeiten für deutsche Absolventen.
Internetwerbung ist als Marketingstrategie sehr effektiv, aber wir müssen auch die Werbung in traditionellen Medien wie Zeitungen, Broschüren und anderen maximieren. Es gibt verschiedene Werbeinhalte wie Broschüren und andere, einschließlich Listen von Kursen, Werbeaktionen, Vorteilen und anderen. z.B. in nähe gelegenen Gymnasien installiert, oder vielleicht in einer Schule mit einer deutschsprahigen Abteilung. Und an anderen Orten, an denen Menschen beschäftigt sind.
Ich fasse kurz zusammen:
Die rasante Entwicklung der Technologie hat es den Menschen erleichtert, Informationen zu erhalten. Und wir können diesen Deutschkurs leicht fördern. Es gibt aber auch andere effektive Möglichkeiten, wie das Erstellen eines Banners. Vielen Dank.
Hast du Fragen?